BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 29 Mei 2010

MERAMPUNGKAN LUKA

Tegak di pertigaan cinta
Badai keraguan selalu menyapa
Menggalkan jejak airmata
Merampungkan luka

Al-Amien, 30 Mei 2010

KETIKA SEORANG SENIMAN DAN ILMUAN BERCINTA


Judul : Elang
Penulis : Kirana Kejora
Penerbit : Almira Managemet
Cetakan : I, 2009
Tebal : 300 hlm
Peresensi: Moh. Ghufron Cholid

Novel yang layak untuk dibaca semua kalangan, utamanya yang menyukai novel percintaan. Novel ini berkisah tentang cinta segita antara Elang Timur, Elang Laut dan Kejora.
Elang Timur dan Elang Laut adalah saudara kembar yang semenjak kecil memang tidak pernah akur.
Kisah cinta segitiga ini dimulai, semenjak Elang Timur dan Elang Laut bertemu Kejora. Perjuangan mendapatkan cinta Kejora berlangsung sengit. Namun, Elang Laut dan Elang Timur terpaksa harus menelan kekecewaan, lantaran damdaan hati (Kejora) kawin dengan seorang laki-laki bernama Abi pilihan Ibunya.
Pernikahan dengan Abi dikaruniai seorang putra yang diberi nama Laskar. Namun pernikahan Kejora dan Abi berakhir dengan perceraian. Perceraian ini dipicu lantaran Kejora lebih memilih bercerai daripa dimadu, ketika Abi meminta izin untuk kawin lagi.
Kabar tentang perceraian Kejora dengan Abi sampai ketelinga Elang Laut dan Elang Timur.
Yang unik dari kisah ini adalah ketika Elang Timur dan Elang Laut mendengar tentang perceraian Kejora dengan Abi. Ekspresi cinta yang disuguhkan kakak beradik yang sangat setia dengan profesi masing-masing semakin memperindah dan mempesona isi cerita ini.
Simaklah kejutan-kejutan dalam novel ini bagaimana seorang seniman (Elang Laut) bercinta dengan dambaan hatinya dan bagai mana seorang ilmuan sejati (Elang Timur)bercinta dengan dambaan hatinya setelah mendengar perceraian antara Kejora dan Abi.

Selasa, 25 Mei 2010

PENGANTIN PUISI DARI SINGKAWANG

Gadis singkawang pemalu
Telah menggoncangkan indonesia
Dengan puisi kondenya

Gadis singkawang pemalu
Telah turun dari pelaminan puisi
Namun jejaknya masih merayu
Namun jejaknya masih menjadi tanda
Kalau cinta
Tak bisa dibeli walau dengan surga
Yang ditawarkan tetangga

Gadis singkawang pemalu
Telah mengajari kita
Tentang arti cinta
Lewat puisi

Gadis singkawang pemalu itu
Bernama Hanna Fransisca

Al-Amien, 17 Mei 2010

Senin, 24 Mei 2010

TSUNAMI 2

Akhirnya dunia
Memeluk aceh dengan manja

Akhirnya aceh
Tumbuh dewasa

Akhirnya aceh
Mengenal Allah

Al-Amien, 2004-2010

TSUNAMI 1

Tsunami berdansa
Aceh kehilangan airmata

Al-Amien, 2004-2010

LAPINDO 5

Teruntuk Pemegang Lapindo

Alif-alief tegak menjelma sajak
Langitmu terpasung
Kau terkurung
Tak ada pilihan
Selain berbagi senyuman

Al-Amien, 24 Mei 2010

Sabtu, 22 Mei 2010

MATA SURGA

Teruntuk Amien Rais (Mantan Ketua MPRI)

Amien Rais
Menatap bangsa dengan mata surga
Ilustrasi cita yang harus nyata
Engkau bisa
Nusantara semakin bercahaya

Riuh kebencian
Akan bisa kita takhlukkan
Impian bunga-bunga bangsa yang telah gugur
Siap mekar dan mengakar

Al-Amien, 23 Mei 2010

Minggu, 16 Mei 2010

NUSANTARA MENARI

Teruntuk Penyair Arsyad Indriadi

Nusantara menari
Dalam puisi
Yang kau alamatkan padaku pagi ini

Al-Amien, 2010

CERMIN

Teruntuk Ahmadun Yosi Herfanda

Sembahyang rumputan
Lukisan kearifan
Yang kau wariskan
Dalam bercermin pada jaman

Al-Amien, 16 Mei 2010

MEMBACA TIRANI DAN BENTENG

Teruntuk Taufik Ismail

Kau serupa layang-layang
Dalam memandang
Merauke hingga sabang

Al-Amien, 16 Mei 2010

PERMINTAAN

Teruntuk Jamal D Rahman

Jika telah purna
Memetik buah kata
Kembalilah ke madura
Kita makan bersama

Al-Amien, 16 Mei 2010

Senin, 26 April 2010

MEMAKNAI SAFARIMU

Teruntuk Menag RI Drs. Surya Dharma Ali

Bersafari ke taman nurani
Kau saksikan pelangi tanah jauhari
Sesekali bahasa pandangmu
Mengantarkanmu pada tamasya suci
Anak-anak matahari yang sangat bergairah
Menerjemahkan ridla Ilahi
Dalam bahasa gerak
Dalam bahasa jejak
Yang kau rindukan abadi
Sepanjang jalan pertiwi

Al-Amien, 27 April 2010
Puisi ini saya buat sehari setelah kunjungan Menag RI Drs. H. Surya Darma Ali ke pondok Al-Amien dengan tujuan silaturrahmi

Kamis, 22 April 2010

LUKISAN

Teruntuk Alm. KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA

Walau kau telah berteman sepi
Lalu berselimut sunyi
Bunga jihadmu
Bermekaran di hatiku

Al-Amien, 23 April 2010

Rabu, 21 April 2010

MENGENANG CHAIRIL ANWAR

Oleh Moh. Ghufron Cholid

Chairil Anwar
Walau kau berbantal debu
Waktu tak pernah menghapus jejakmu
Hadiah tulusmu
Dalam mengharumkan ibu kandungmu
Lewat goresan penamu
Sepanjang lembar nusantara

Chairil Anwar
Walau kau berdiam di ruang samar
Namun matahari sejarahmu selalu berpijar
Lantaran Tuhan ridla dengan semua pilihan
Yang telah kau abadikan dalam puisi-puisimu

Al-Amien, 22 April 2010

Selasa, 20 April 2010

PELABUHAN HATI

Pelabuhan hati
Akhir pencarian jadiri
Dalam mengenal Ilahi

Pelabuhan hati
Rangkuman pelayaran
Mulai kapal gundah hingga sumringah

Al-Amien, 16 April 2010

Senin, 19 April 2010

SURAT CINTA TUHAN YANG TERSELIP DI PRIOK

Oleh Moh. Ghufron Cholid

Ada bocah kehilangan mimpinya
Ada bunda kehilangan airmatanya
Namun ada yang harus ada
Cinta untuk bersama
Memeluk luka tanpa mencerca
Demikian surat cinta
Tuhan yang terselip di priok

Al-Amien, 16 April 2010